BOGOR – Turnamen IBL All Indonesian 2026 resmi dibuka di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/10). Ajang yang khusus menjadi panggung bagi pemain lokal Indonesia itu langsung menggelar empat pertandingan di hari pertama, dengan kehadiran deretan legenda bola basket nasional dan sejumlah selebritas Tanah Air.
Suasana hari pembukaan terasa istimewa dengan kehadiran legenda basket Indonesia lintas generasi. Mereka adalah Bambang Hermansyah, AF Rinaldo, Amin Prihantono, Agustinus Sigar, Faisal Julius, dan Cokorda Raka Satya Wibawa. Para figur yang pernah mengisi sejarah kompetisi basket nasional ini hadir langsung untuk menyaksikan generasi penerus tampil di level profesional.
Selain para legenda, pembukaan turnamen ini juga diramaikan figur publik. Penyanyi Fuji dan Erika, serta aktris senior Maudy Koesnaedi, turut hadir di tribune. Kehadiran mereka menambah semarak suasana sekaligus menarik perhatian penonton yang memadati arena.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perpaduan legenda, pemain aktif, dan selebritas dalam satu arena memperlihatkan bahwa bola basket kini tidak hanya soal persaingan di lapangan. Olahraga ini juga telah menjadi bagian dari hiburan dan gaya hidup masyarakat.
Memasuki edisi ketiga, IBL All Indonesian 2026 mengusung semangat “Our Game, Our Turn”. Tema tersebut memberi ruang bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan. Bagi klub, turnamen ini juga menjadi sarana mematangkan kekuatan menjelang IBL musim 2027.
Dinamika antarklub pada edisi kali ini cukup tinggi. Tercatat 38 pemain berpindah klub, sementara 23 pemain rookie ikut ambil bagian. Satya Wacana Salatiga menjadi klub dengan jumlah rookie terbanyak di turnamen tahun ini.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menegaskan bahwa turnamen ini tidak semata memperebutkan gelar juara. Menurutnya, IBL All Indonesian merupakan momentum penting dalam pengembangan pemain lokal.
“IBL All Indonesian 2026 ini kami hadirkan sebagai panggung bagi pemain lokal Indonesia. Banyak klub mempersiapkan pemain-pemain muda untuk menghadapi IBL musim 2027. Melalui turnamen ini, klub memiliki kesempatan untuk mencoba komposisi tim sekaligus melihat perkembangan para pemain mudanya,” ujar Junas.
Baca Juga:
Erick Thohir: Tidak Ada Lagi Naturalisasi, Timnas Sudah Cukup Kuat
Kementan dan PORDASI Kerja Sama Strategis, Kembangkan Komoditas Kuda Nasional dan Olahraga Berkuda
Sukses Bobol Pertahanan Arab Saudi, Prabowo Subianto: Terima Kasih, Tim Nasional Luar Biasa
Junas menilai tingginya perpindahan pemain dan banyaknya rookie yang tampil mencerminkan upaya klub membangun kekuatan sejak dini untuk persaingan musim depan.
“Adanya 38 perpindahan pemain dan kehadiran 23 rookie menunjukkan dinamika yang menarik. Klub-klub tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga memanfaatkan turnamen ini untuk membangun kekuatan tim. Kami berharap para pemain muda bisa memaksimalkan kesempatan ini untuk menunjukkan kualitas mereka,” tambahnya.
Kehadiran para legenda di hari pembukaan pun membawa pesan tersendiri. Mereka yang dahulu menjadi bagian penting perjalanan basket nasional kini menyaksikan penerusnya mendapat panggung untuk berkembang dan unjuk gigi di level profesional.
Dari sisi jadwal, IBL All Indonesian 2026 berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November 2026. Fase grup digelar pada 24–29 Oktober, dilanjutkan semifinal pada 31 Oktober. Dua tim terbaik kemudian bertemu di partai final pada 1 November 2026.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Tanding Lawan Arab Saudi, Sebanyak 2.811 Personel Gabungan Lakukan Pengamanan
Pemain Belakang Timnas Indonesia, Jordi Amat Tidak akan Tampil dalam Laga Lawan Tiongkok
Dengan menggelar turnamen di Kabupaten Bogor, IBL berharap atmosfer kompetisi basket profesional bisa lebih dekat dengan masyarakat. Lebih dari sekadar rangkaian pertandingan, ajang ini diharapkan menjadi tempat lahirnya talenta-talenta baru dan memperkuat fondasi bola basket Indonesia menuju musim kompetisi berikutnya.
Bagi para pemain muda, turnamen ini menjadi kesempatan emas untuk mencuri perhatian pelatih dan manajemen klub. Bagi klub, delapan hari kompetisi ini adalah laboratorium untuk menguji racikan tim sebelum tirai IBL 2027 dibuka. Dan bagi penonton, ini adalah suguhan basket lokal dengan atmosfer yang tak kalah seru dari kompetisi reguler.












