Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disusun oleh para pakar farmasi Asia Pasifik

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

–  satu dari dua pasien diabetes, dan satu dari 10 orang dewasa mengalami Neuropati Perifer [1],[2]

–  Apoteker komunitas menjadi titik kontak layanan kesehatan pertama yang paling mudah diakses pasien

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

–  Pedoman terbaru ini menyoroti peran strategis apoteker dalam meningkatkan standar layanan

SINGAPURA, 16 April, 2026 /PRNewswire/ — Para pakar farmasi terkemuka di Asia-Pasifik, bersama P&G Health, meluncurkan pedoman pertama di kawasan ini yang dirancang khusus bagi apoteker komunitas untuk mengidentifikasi, menilai, dan menangani pasien neuropati perifer (NP) dalam praktik sehari-hari.


"Pemberdayaan Apoteker Komunitas: Pedoman Konsensus Pakar untuk Tatalaksana Neuropati Perifer yang Efektif dengan Vitamin B Neurotropik" mengubah bukti ilmiah menjadi rekomendasi praktis yang relevan dengan konteks lokal. Pedoman ini juga menjadi acuan dalam standardisasi proses skrining, konseling, dan penanganan bertahap di apotek demi menekan kesenjangan akibat keterlambatan diagnosis dan pengobatan NP.

Dr. Yolanda R. Robles (Lead Author, Chairperson), Professor, Fakultas Farmasi, University of the Philippines; President, Federation of Asian Pharmaceutical Associations (FAPA), mengatakan, "NP merupakan gangguan kesehatan yang banyak ditemui di berbagai wilayah, dan kerap kali memperparah kondisi pasien. Prevalensi NP sangat tinggi pada pasien diabetes di Asia Pasifik [3-7] – Filipina (58%), Indonesia (58%), Malaysia (54%), Thailand (34%), Singapura (28%), dan Australia (21%). Sebagai tenaga kesehatan yang paling mudah diakses, apoteker diharapkan dapat mengenali gejala NP secara lebih dini, memberikan arahan yang tepat bagi pasien, serta bekerja sama dengan dokter guna meningkatkan kondisi pasien dalam jangka panjang."

Mengapa Pedoman Ini Penting di Asia Pasifik

Shraddha Vohra, Vice President, Personal Health Care Asia Pacific, P&G Health Singapore, mengatakan, "Apotek komunitas menjadi titik awal bagi masyarakat yang mengalami gejala seperti mati rasa, kesemutan, sensasi terbakar, atau rasa tertusuk jarum di tangan dan kaki—kerap dikaitkan dengan NP. Menurut perkiraan, hingga 80% kasus NP di Asia-Pasifik belum terdiagnosis. Dengan demikian, apoteker sangat berperan dalam mengenali gejala NP sejak dini, memandu pasien untuk menjalani perawatan yang tepat, serta mencegah gejala penyakit memburuk. Pedoman ini dirancang sesuai dengan praktik kerja di apotek, keberagaman bahasa, dan perbedaan regulasi di kawasan, serta dilengkapi perangkat yang mudah diadaptasi secara lokal untuk mempercepat implementasi."

Mengubah Peran Apoteker: Dari Reaktif Menjadi Proaktif dalam Proses Skrining dan Perawatan

Menurut Contributing Author, Dr. Apt. Lusy Noviani, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)"Apoteker di Asia-Pasifik kini tidak hanya menangani pemberian obat, namun juga berperan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan perawatan proaktif. Di negara seperti Indonesia dengan rasio dokter terhadap populasi yang masih terbatas, peran apoteker menjadi sangat penting dalam skrining awal dan mengurangi keterlambatan penanganan NP."

Melalui pedoman ini, apoteker berperan sebagai mitra perawatan proaktif melalui beberapa langkah utama:

  1. Mengenali pasien berisiko sejak dini dengan menggunakan mnemonik baru (MEDIC)
  2. Membedakan nyeri saraf dan nyeri otot
  3. Menggunakan kuesioner skrining sederhana yang tervalidasi di lokasi apotek (misalnya ACT, DN4, NPQ) [8]
  4. Memberikan konseling, mempertimbangkan terapi yang sesuai termasuk vitamin B neurotropik dosis tinggi (B1, B6, B12) bila diperlukan, serta merujuk pasien ke dokter jika ditemukan risiko berbahaya
  5. Melakukan pemantauan dan tindak lanjut untuk mengevaluasi respons, serta menyesuaikan rencana perawatan. 

Deteksi Dini NP dengan MEDIC

"Di tengah kesibukan layanan apotek, kehadiran alat bantu yang sederhana menjadi penting. MEDIC merupakan mnemonik tentang risiko yang mudah diingat, yakni Medication, Elderly, Diabetes, Infection, dan Chronic. Dengan MEDIC, apoteker dapat mengidentifikasi pasien yang sangat berisiko mengalami kerusakan saraf sejak dini—bukan untuk mendiagnosis penyakit, namun menentukan penanganan selanjutnya," jelas Dr. Navin Kumar Loganadan, Contributing Author & Head, Ambulatory Pharmacy & DMTAC (Diabetes Medication Therapy Adherence Clinic) Clinic, Malaysia.

"Dalam banyak kasus, NP baru terdeteksi ketika nyeri saraf sudah parah. Pedoman ini membantu apoteker mengenali gejala NP secara lebih awal, menggunakan alat skrining yang tepat, dan merujuk pasien secara cepat. Pendekatan preventif tersebut turut memulihkan fungsi saraf dan kemandirian pasien," lanjut Grace Chew, Independent Pharmacist & Contributing Author, Singapura.

Beralih dari Skrining ke Dukungan Medis: Jalur Perawatan yang Jelas

Dr. Kenny James P. Merin, Contributing Author & Lyceum, Philippines University – Davao (LPU Davao) mengatakan, "Pedoman ini dirancang untuk praktik sehari-hari di apotek. Langkahnya jelas: identifikasi risiko, skrining, memberikan konseling, mempertimbangkan vitamin B1, B6, dan B12 dosis terapeutik bila perlu, lalu melakukan tindak lanjut secara konsisten. Dengan algoritma dan daftar periksa yang terdapat pada pedoman ini, apoteker dapat melakukan standardisasi layanan tanpa mengganggu alur kerja."

Banyak pasien marak melakukan swamedikasi (self-medicate) dengan vitamin B dalam dosis yang tidak tepat—baik terlalu rendah sehingga tidak efektif, maupun berlebihan yang justru dapat memperburuk gejala saraf. Di sinilah peran apoteker menjadi sangat penting dalam memastikan penggunaan yang tepat.

"Vitamin B neurotropik dengan dosis terapeutik ikut berperan dalam penanganan NP secara komprehensif jika diberikan dengan dosis dan durasi yang tepat. Pedoman ini menekankan pentingnya evaluasi ulang dalam 3–6 bulan, kewaspadaan terhadap tanda-tanda berbahaya, serta kolaborasi erat dengan dokter," kata Dr. Kitiyot Yotsombut, Contributing Author, Fakultas Farmasi, Chulalongkorn University, Thailand.

Akses dan Implementasi

Pedoman yang berasal dari konsensus pakar ini akan tersedia bagi apoteker di Asia Pasifik melalui portal baru, P&G Nerve Connect, serta webinar yang dipandu para pakar di Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

P&G Nerve Connect, a one-stop centre for pharmacists
P&G Nerve Connect, a one-stop centre for pharmacists

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

"Perubahan perilaku memang tidak mudah. Survei kami di Filipina menunjukkan, apoteker yang mengikuti lima sesi pelatihan atau lebih memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang dosis vitamin B yang tepat untuk NP. P&G Nerve Connect menghadirkan solusi edukasi omnichannel yang mengubah pedoman berbasiskan dokumen menjadi praktik sehari-hari yang aplikatif," tambah Dr. Yolanda R. Robles.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Shraddha Vohra dari P&G mengatakan, "P&G Nerve Connect merupakan pusat informasi terpadu untuk kesehatan saraf, menyajikan analisis berdasarkan kasus nyata, serta sarana praktis untuk membantu apoteker meningkatkan interaksi dengan pasien dan mengambil keputusan klinis. Apoteker yang menghadapi beban kerja tinggi dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi seperti daftar periksa dan video pelatihan, serta berbagi pengalaman tentang kasus penanganan NP untuk memperkaya pembelajaran di kawasan Asia Pasifik."

Pedoman ini tersedia di tautan: https://mobile.swiperxapp.com/png-nerveconnect-ph/clinical-guideline/
P&G Nerve Connect: https://mobile.swiperxapp.com/png-nerveconnect-id/

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Catatan bagi redaktur: Pedoman ini tidak bersifat komersial dan ditujukan untuk tenaga kesehatan. Pedoman ini melengkapi, bukan menggantikan, diagnosis dan perawatan oleh dokter. Apoteker tetap harus mengikuti regulasi lokal terkait praktik, skrining, dan rujukan.

Narahubung media – MSL

Chessa At Thariq, MSL Indonesia [chessa.atthariq1@mslgroup.com]

Referensi

1. Malik, R.A. International Review of Neurobiology, Volume 127; 2016, 287-317.

2. Joel R.S, et. al., Current Medical Research and Opinion, 40(6), 977–987. https://doi.org/10.1080/03007995.2024.2352852

3. Diabetes: Australian Facts, Diabetes-Related Complications Available online (accessed on 19 September 2025).

4. Malik, R.A et. al.; J Diabetes Investig 2020, 11, 1097–1103, doi:10.1111/jdi.13269.

5. Malik, R.A. et al. Adv Ther 2017, 34, 1426–1437, doi:10.1007/s12325-017-0536-5.

6. Espiritu-Picar, R.B. et. al. Acta Med Philipp 2023, 57, 46–51, doi:10.47895/amp.vi0.4471.

7. Hu Hanquan, A. et. al.; Proceedings of Singapore Healthcare 2021, 30, 265–270, doi:10.1177/2010105820978993.

8. Gad, H.; et. al. Current Medical Research and Opinion 2025, 41, 93–104, doi:10.1080/03007995.2024.2443109.

 

Berita Terkait

Liu Yifei Jadi “Global Brand Ambassador (Smart Large Home Appliances)”, Dreame Catat Penjualan Impresif di Asia Tenggara
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Clé de Peau Beauté Lanjutkan Kemitraan Global dengan UNICEF, Jangkau 7,3 Juta Anak Perempuan sebagai Target Baru
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:46 WIB

Liu Yifei Jadi “Global Brand Ambassador (Smart Large Home Appliances)”, Dreame Catat Penjualan Impresif di Asia Tenggara

Jumat, 17 April 2026 - 07:18 WIB

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Jumat, 17 April 2026 - 07:03 WIB

CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Berita Terbaru